Minggu, 16 Oktober 2016

model e-learning (Rashty,1999)

E-learning dapat diselenggarakan dengan berbagai model (Rasthy, 1999).

a. Model Adjunct.
   Dalam model ini e-learning digunkan untuk menunjang sistem pembelajaran tatap muka di kelas. Model ini dapat dikatakan sebagai model tradisional plus karena keberadaan E-learning hanya sebagai pengayaan atau tambahan saja.


b..Model Mixed/Blended.
  Model ini menempatkan E-learning menjadi bagian tidak terpisahkan dari pembelajaran. Misalanya pembelajaran teori dilaksanakan secara daring, sedangkan pembelajaran praktik dilaksanakan secara tatap muka. Akan tetapi, Bersin (2004) berpendapat bahwa model blended learning merupakan gabungan dari model adjunct dan mixed, sehingga sedikit atau banyak porsi dari e-learning, dalam pembelajaran tatap muka, seluruh proses tersebut merupakan blended learning.


c.Model Daring Penuh/Fully Online.
Dalam model ini e-learning digunakan untuk seluruh proses pembelajaran mulai dari satu penyampaian bahan belajar, dan evaluasi pembelajaran. Salah satu contoh model ini adalah open course ware yang dikelola oleh Massachusetts Institut of Technology(MIT) dilaman http://ocw.mit.edu/index.htm, online course adx dengan berbagai pembelajaran dari yang ditawarkan oleh berbagai universitas di dunia pada https://ww.edx.org/, pembelajaran daring (online course) yang dipelopori oleh Universitas Harvard, Coursera dilaman https:www.coursera.org/ , atau online course iversity yang dikelola oleh berbagai universitas di Jerman dilaman https://iversity.org/.

Dengan kata lain,e-learning dapat berfungsi sebagai:
1.Tambahan/pengayaan pembelajaran (supplement),
2.Pengganti sebagai pembelajaran (complement), atau
3.Penganti seluruh pembelajaran (replacement) sesuai gambar lll.1. E-learning yang dimaksud dalam konteks Simulasi Digital pada SMK adalah e-learning sebagai supplement.




 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar